KILAS KEHIDUPAN..
Putra Awie adalah salah seorang artis minang yang dilahirkan dan dibesarkan ditanah rantau, tepatnya di sebuah daerah simpang tiga kawali dahulunya disebuah kawasan Melayu Pantai Palas Jaya, Tanjong Karang sana tepatnya pada 7 Agustus 1984 sepertiga abad silam, dari Rahim seorang Ibu dan Ayah yang berdarah minang,
Badai kehidupan dan terpaan angin pencabar membawa peruntungan kedua suami istri itu hijrah ke negeri asal mereka MinangKabau pada tahun itu juga 6 bulan kemudian..
Walau gelombang hayah menerjang tak menepis asa dari ibu dan ayah ini untuk terus mencari jati hidup dalam dunia ini, merasa tak memungkinkan melanjutka usaha ditanah adat mereka, maka sejoli ini pun memutar haluan rantau mereka ke hujung sumatera bagian timur sana di martapura rantau Laut. Memulai dengan usaha berniaga rempah dan makanan masak, mereka terus melaju dalam ekonomi Rumah Makan Minang kala itu.. Menuai benih menyabit padi dalam musim yang berganti akhirnya usaha ini kian berkembang hingga akhirnya menjadi kedai emas.
Namun bak kata pepatah, makin tinggi pokok menjulang kian kencang angin menerpa, badai prahara rumah tangga pun datang dan memporak porandakan bahtera rumah tangga yang sebelumnya harmonis ini..
Perpisahan tak dapat di elak kan, masing masing memilih jalan bersimpang dalam melanjutkan cita dan cinta kehidupan mereka..
Putra Awie yang diberi Nama asli Awal Putra oleh orang tua nya ini pun turut merasakan getir nya perpecahan ini.. lalu lah dalam usia 4-5 tahun terbilang tahun 88/89 kala itu, Nenek dari garis Ibu nya membawa Putra Awie junior ini kembali untuk di asuh dinegeri kelahirannya.
Berbilang musim berganti, kelas dua disekolah dasar, Putra Awie harus kembali kekampung asal nenek kandung nya di ranah batu basa minangkabau pariaman.
4 tahun kemudian tamat pengajian sekolah dasar Putra Awie di bawa oleh seorang saudagar kaya untuk dilanjutka sekolah nya di rantau seribu mimpi kota jakarta.
2 tahun sekolah di SMP negri 1 pondok aren (pindah dari SMPN 1 Amal) dia menamatkan sekolah di jakarta sambil mengikuti ekskul sanggar seni teater di jakarta, hingga di umur 16 tahun dia sudah berkolaborasi dalam dunia film serial di stasiun TVRI waktu itu, berlakon bersama Bowi, Erna santoso dan lain2 aktor dan aktris sinetron indonesia kala itu. Beberapa serial yang pernah dia lakoni masa itu adalah seri drama ramadhan FATAMORGANA 1998, sepasang merpati 1999, kasih tak sampai 1999.
Berdikari dalam melanjutkan sekolah nya Putra Awie berangkat ke kota kembang, kota bandung, sambil bekerja disebuah WarTel dia pun terus sekolah di SMA SGO di cimahi bandung, menjadi yang terbaik mungkin adalah salah satu target dari diri Putra Awie, hinggakan dia pernah diutus sekolahnya untuk mengikuti perlombaan antar sekolah menengah di kyoto Jepang. Sembari sibuk dengan study nya di SGO, Putra Awie masih sempat menerima tawaran dari produser film yang kebetulan di produksi dibandung, pernah bermain di sinema laga Nagin versi indonesia, 2001. Sinetron Panji Manusia Milenium bersama Primus Yustisio dan Tia Ivanka kala itu..
2002 tamat SMA, Putra Awie meneroka langkah perantauan ke pulau bertuah yaitu Pulau batam dan Tanjung Pinang. Menjadi penyiar radio dahulu adalah bukan sebuah keingininan, namun tantangan demi tantangan demi masa depan membuat ia harus menjalani semua segi hidup mencebis riak dilautan. Akhir nya satu tahun di batam ia pun mendapat tawaran untuk melanjutkan studi di malaysia. Sejarah pasti berulang kata sebuah syair lagu, maka begitu pula dengan langkah cinta sang pujangga ini, berbekal tekad dan kemauan yang keras akhirnya Putra Awie berhasil bersaing di sebuah College tinggi Ugama dimalaysia.kembali tuah ingin menjadi yang terbaik telah membawa nama Putra ini meghiasi halaman halaman majalah di negeri jiran itu, diantara nya saat menjadi pembaca puisi terbaik antar kampus di selangor, nama dan gambar sang bintang sempat menjadi trend wajah gemilang di Media Terkini dan majalah Kugiran di malaysia tahun 2004.
Angin pun berkisar, 2006 Putra Awie kembali ke indonesia memenuhi tawaran pihak perusahaan Astra Honda Motor yang waktu itu mengembangkan perusahaan nya dicikarang jawa barat, Putra Awie mengabdi di PT AHM ini sebagai Online Inspection selama 2 tahun.
Merasa cukup dengan bekerja dengan orang lain dia pun merambah ke dunia bisnis berniaga pakaian di jakarta, bermula dengan berjualan dipasar malam, akhirnya berhasil memproduksi sendiri pakaian jenis leging dengan Merk Dagang “AIDO”, diapun bergelut dengan persaingan bisnis di jakarta.
Disela kesibukan nya berbisnis, dia masih menyempatkan untuk minjadi VJ di sebuah Radio Online dijakarta.
Berlalunya masa terus merubah perjalanan hidup seseorang, gempa dahsyat tahun 2009 di sumatera barat telahpun merubah resam kehidupan Putra Awie. Nenek kandung nya di ranah minang menjadi salah seorang korban dalam bencana gempa itu. Hingga Putra Awie meninggalkan semua hingar bingar kota jakarta untuk kembali ke tanah adat demi menjaga dan merawat nenek nya yang sakit Pasca bencana. Dari sini dia pun kembali memutar asa, bak kata kiasan SENGSARA MEMBAWA NIKMAT, itulah yang dialaminya, bencana telah membawa tuah, rekan rekan dan Fans beliau di radio pun berdatangan termasuk yang berasal dari U.S.A untuk menengok situasi ranah minang yang kelam kabut masa itu, disini lah lahir sebuah ide untuk mendalami dunia musik, mereka yang ada baik kawan maupun sahabat putra awie terus menyokong demi terlahir nya sebuah album minang yang akan di nyanyikan oleh Putra Awie. 2010 terbitlah sebuah album minang kreatif KUBURAN MASSAL hasil kerja sama mereka.
Setahun kemudian kembali hadir dengan dendang bolly, besutan asben dengan Judul SABATANG LILIN, menyusul album DENDANG ADAIT MANUMPANG, DENDANG BOLLYMIX1 KORBAN FACEBOOK, INDANG BADENDANG PANTAI KATA, KEMUDIAN BOLLYMIX 2 KORBAN CINTO. DAN DANGDUT MINANG DEMITRI TERBARU BAK CANDO BATU AKIAK, DANGDUT HOUSEMIX 4G LAGU SENDU,
Bukan hanya lagu minang, Putra Awie yang akhir akhir ini sering mendapat undangan show di malaysia bekerjasama dengan sebuah perusahaan rakaman di sana, untuk produksi album DENDANG MELAYU RENTAK SERUMPUN, yang album ini pun telah beredar di pasaran indonesia, malaysia, singapura dan brunei darussalam april 2015
Begitulah sekelumit tentang putra Awie, Hingga akhirnya sekarang dia hadir kembali dengan album terbaru nya yang berkolaborasi bersama 4 bintang dari ranah minang yaitu Bollymix 4 dengan judul album BUKAN INDIA (2016) dan DENDANG MINANG “PASAN BUKIK BARISAN” Hingga kini 2021 Putra AWie Telah menambah koleksi Albumnya seerti, Rabab Paruntuan III, Bollymix 5, Bollymix 6, Bollymix 7, Dendang Milenial “PULANG BASAMO”, dan kini April 2021, beliau tengah merampungkan Rilis terbarunya Album Pop Duet Era Baru, menggandeng Artis Alumni LIDA Indosiar 2020, ”’PUSPA INDAH”’, Segera Hadir Album bertajuk “DITUGU KHATULISTIWA” ini tidak lama lagi, bagi yang ingin terus menghubungi beliau dalam undangan Event-Event Formal/NonFormal, Wedding Party dan sebagainya, silahkan hubungi di kontak Management +6281317564266
Putra AWie akan dengan senang hati melayani” Ujar Artis Ini..