Skip to content

About us

About Us Ikuti kami! untuk melihat update terbaru perusahaan rekaman independen.

GLOBAL MUSIC LINE adalah perusahaan rekaman independen asal Indonesia. GLOBAL MUSIC LINE didirikan oleh MIQDAAD ARHAAM JUNIOR pada 07 Agustus 2009 di PEKAN BARU –RIAU. Di awal berdirinya, GLOBAL MUSIC LINE hanya sebuah Group kesenian dan Orgen Tunggal, mulai memproduksi lagu karaoke, musik house, remix untuk keperluan Perfom diacara acara party dan berkembang menjadi label yang memproduksi lagu-lagu tradisional terutama MinangKabau yang disadur dari lagu lagu HINDI. Tahun 2012–2013, imej GLOBAL MUSIC LINE sudah melekat sebagai “Traditional’s Bolly Label”.


Pada tahun tersebut, Nagaswara juga menjalin kerjasama dengan beberapa label Tradisional lain nya di Sumatera Barat, dan mendapatkan lisensi induk artis-artis mereka untuk diedarkan di daerah daerah Sumatera dan Indonesia bahkan Malaysia. Tahun 2014, GLOBAL MUSIC LINE bergabung dengan Insitech Musicland BHD. diMalaysia untuk mengedarkan Album Album Daerah Minang diMalaysia, Brunei dan Singapura, HOUSEMIX DANGDUT 4G salah satu Album remix dangdut melayu dengan hits single LAGU SENDU DAN SIMALAKAMA yang dinyanyikan ulang oleh “Putra Awie” berhasil meraih angka penjualan GOLDEN di dua negara serumpun ini.
Tahun 2016, GLOBAL MUSIC LINE Mulai membuka cabang kantor dan Produksi di Jl.Tunggang Kandang Padati, Pasar Ambacang, Kuranji, kota Padang dan memproduksi album TAK TUN TUANG oleh artis lokal “UPIAK ISIL” dengan hasil yang sangat membanggakan, sempat trending dipelbagai belahan dunia.


Sebelum resmi memakai nama GLOBAL MUSIC MILENIUM di akhir tahun 2019, GLOBAL MUSIC LINE mengontrak VICKY KOGA dan MAULANA dan merilis album perdana yang berjudul Buaiyan Sayang dan DiBuai Angan. Album tersebut melahirkan hits seperti “Buaiyan sayang”, “Talambek Datang”, “Indak Kabapaliang Lai”. Sebagai artis pendatang baru, Vicky Koga dan Maulana Wijaya telah berhasil membuat GLOBAL MUSIC LINE mendapatkan tempat di Sumatera Barat

Back to top